Sanggau Siap Produksi Maggot

Sanggau merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran pengembangan perikanan budidaya di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Kucing–Malaysia ini masih mengandalkan pasokan bahan baku ikan budidaya—seperti lele—dari Malaysia. Akibatnya harga lele di sana mencapai Rp18.000–Rp.22.000 per kg, jauh lebih mahal dibanding harga lele di Jawa yang hanya berkisar Rp10.000 per kg.

Tak heran jika daerah ini menjadi prioritas pengembangan usaha budidaya perikanan. Diharapkan hal itu bisa mengurangi impor hasil perikanan budidaya dari negara tetangga. Juga berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Terkait dengan hal itu maka di Sanggau telah dilakukan percontohan budidaya maggot (larva lalat bunga dari spesies Hermetia illucens / larva black soldier fly) dengan menggunakan bahan media bungkil kelapa sawit Palm Oil Sludge atau Solid (lumpur/limbah minyak kelapa sawit). Ini menggantikan media PKM (Palm Kernel Meal/ PKM) yang harganya kian meningkat.

Diharapkan pengembangan maggot ini bisa mendukung penyediaaan bahan baku pakan ikan (pengganti tepung ikan). Tak menutup kemungkinan pula akan muncul “Desa Maggot” di Sanggau yang bisa memproduksi maggot besar-besaran. Pengembangan usaha budidaya yang lain adalah dengan percontohan budidaya lele di kolam terpal. Usaha ini dilakukan di 4 kelompok tani di Dusun Munyau, Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Sanggau.

Pengembangan budidaya maggot di Kabupaten Sanggau ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat maupun pusat. Pemda merencanakan membangun pabrik pakan mini berbahan baku maggot hasil produksi masyarakatnya. Juga menjanjikan sarana transportasi kendaraan roda empat untuk mengatasi permasalahan terkait dengan penyediaan dan pendistribusian bahan media budidaya maggot (solid). Sedangkan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menjanjikan Sanggau akan mendapatkan bantuan dana Rp 400 juta yang dialokasikan untuk pengembangan maggot (dalam bentuk sarana produksi). Juga dana sebesar Rp 450 juta untuk pembuatan kolam dan pembesaran ikan yang direncanakan seluas 15 ha. Selain itu memberikan kesempatan kepada seorang pembudidaya untuk mengikuti magang pembuatan pakan mandiri di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

sumber:benihikan.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: