Penyeberang El Clasico

”We are rival but not enemy.” Itulah salah satu kalimat yang terlontar dari mulut Ramon Calderon, eks presiden Real Madrid dalam sebuah film dokumentar ITV tentang rivalitas Barcelona dan Madrid. Salah satu faktanya, tak jarang terjadi perpindahan pemain dari kedua tim. Sejak Alfonso Albeniz pada 1902 hingga Javier Saviola pada 2007, tercatat 20 pemain yang pindah langsung dari El Barca ke Madrid atau sebaliknya.

Toh, dalam beberapa kesempatan, perpindahan itu menjadi masalah besar. Terutama bagi mereka yang pernah menjadi pujaan di klub asalnya. Josep Samitier, Michael Laudrup, Luis Enrique, dan Luis Figo adalah di antaranya. Kalangan suporter fanatik tak bisa menerima hal itu begitu saja. Bagi mereka, kepindahan ke seteru abadi tak ubahnya pengkhianatan mahabesar.

Kontroversi terbesar tentu saja ketika Figo meninggalkan Camp Nou ke Santiago Bernabeu pada Juli 2000 dengan harga 37,5 juta pounds yang membuat dia menjadi pemain termahal dunia pada saat itu. Saat kembali menginjakkan kaki di Camp Nou pada 21 Oktober 2000, dia mendapat sambutan sinis dari para fans El Barca yang patah hati. Di beberapa sudut stadion terbentang spanduk-spanduk berisi hujatan, cibiran, dan hinaan.

Insiden dua musim kemudian bahkan lebih dahsyat. Figo sempat dilempari pelbagai barang saat hendak mengambil tendangan penjuru. Bahkan, ada yang dengan tega melemparkan kepala babi ke arah dia pada saat itu. Louis van Gaal, pelatih Barcelona saat itu, menilai ulah para suporter tak lepas dari provokasi Figo.

”Dia melangkah dengan sangat pelan ke pojok lapangan, memunguti botol dengan pelan, lalu kembali ke pojok. Itu dilakukan dengan sengaja,” ucap Van Gaal. Sementara Presiden Joan Gaspart berujar, ”Bukannya meremehkan insiden tersebut, tapi provokasi Figo memang berlebihan. Saya tak bisa menerima orang datang ke rumah saya lalu melakukan provokasi!”

Menanggapi insiden tak mengenakkan itu, Figo tak terlalu ambil pusing. ”Aku tak menyimpan dendam. Aku sangat memahami hal itu karena mereka menilai apa yang saya lakukan sebagai kejahatan. Lain dari itu, mereka pun termakan oleh berita yang ditulis media massa,” ungkap dia.

Kepindahan Figo sendiri, menurut Phil Ball dalam bukunya, Morbo: The Story of Spanish Football, tak terlepas dari rasa kecewa. “Bukan rahasia, putusan kontroversial Figo tak terlepas dari rasa tidak suka terhadap Gaspart dan metode yang diterapkan Louis van Gaal,” terang dia.

sumber:duniasoccer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: