Sexy Football

Ruud Gullit, pemain asal Belanda, yang pertama kali mencetuskan istilah ini. Di ujung kariernya sebagai pemain, Gullit juga berprofesi sebagai football pundit. Di stasiun TV BBC, pada saat menjadi komentator Piala Eropa 1996, Gullit mencetuskan frase sexy football untuk tim-tim yang bermain atraktif, semisal Portugal, yang menekankan serangan menembus pertahanan lawan lewat passing-passing dan pergerakan-pergerakan dinamis para pemain yang dibalut dengan skill yahud.

Sexy football kira-kira dapat dianalogikan dengan pakaian yang kita kenakan. Pakaian adalah penutup tubuh, melindungi kita dari cuaca. Itulah fungsi pragmatisnya. Namun, pakaian juga dapat dibuat sedemikian rupa sehingga pemakainya tampak seksi dan sedap dipandang mata. Demikianlah kira-kira sexy football menurut pandangan Gullit. Sepak bola bukan semata soal kemenangan, tapi juga permainan yang menghibur.

Seketika itu pula istilah sexy football menyeruak ke mana-mana. Akhirnya jogo bonito (sepak bola indah) dalam bahasa Latin punya padanannya dalam bahasa Inggris dan istilah pragmatism football pun punya lawan katanya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: